Dua dosen Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) mendapatkan pendanaan proposal usulan penelitian melalui Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) 2023.

Dosen Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Undip itu mendapatkan pendanaan dengan penelitian dari LPDP yang sebelumnya diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Adapun kedua dosen yang berhasil mendapatkan pendanaan itu bernama Anggun Puspitarini Siswanto, ST, PhD dan Hemawan Dwi Ariyanto, ST, MSc, PhD itu.

Program pendanaan ini berlaku multi tahun dan mencakup beberapa bidang kepakaran di antaranya pangan, kesehatan dan energi, nanoteknologi, lingkungan dan juga sosial.

“Capaian yang membanggakan ini menjadi kado istimewa pada Dies Natalis Sekolah Vokasi Undip yang dapat dipersembahkan oleh Prodi TRKI. Para dosen muda ini setelah menyelesaikan studi lanjutnya di luar negeri, bergabung menjadi dosen di Prodi TRKI. Hal ini menjadi lebih spesial dikarenakan kedua dosen muda ini juga merupakan Alumni Prodi Diploma III Teknik Kimia yang merupakan cikal bakal dari Prodi Sarjana Terapan TRKI,” ujar Mohamad Endy Julianto, ST, MT selaku Ketua Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri Sekolah Vokasi Univeristas Diponegoro (TRKI SV Undip).

Untuk diketahui, Anggun Puspitarini mengusung tema penelitian yakni “Produksi Bioavtur Berbasis Metil Ester Minyak Goreng Bekas Melalui Pengembangaan Reaktor Ozonolisis Nano Gelembung”.

Penelitian ini didorong oleh keprihatinannya terhadap krisis energi berbasis bahan bakar fosil yang menjadi masalah dunia karena ketersediaannya sangat terbatas disamping menyebabkan pemanasan global.

Salah satu upaya pengembangan bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui di sektor penerbangan, di antaranya dengan penggunaan biofuel bioavtur.

Selain menjalankan tugasnya sebagai dosen, Anggun Puspitarini Siswanto diketahui sejak tahun 2021 telah mendapatkan tugas tambahan sebagai Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Diponegoro.

Kemudian pada tahun 2018-2019, dia mendapatkan gelar kehormatan sebagai Visiting Associate Professor dari National Institute of Technology, Akashi College, Jepang.

Hingga kini, Anggun juga aktif sebagai Reviewer di berbagai kegiatan nasional maupun internasional diantaranya Panel Reviewer Australia Awards Indonesia, Beasiswa LPDP, Competitive Fund Diksi, Kedaireka Matching Fund, dan juga Asesor IABEE.

Sedangkan, Hermawan Dwi Ariyanto mengusung tema penelitian “Pengembangan Proses Biotermokimia Gelombang Mikro untuk Produksi Nanopolifenol Teh Hijau Bebas Kafein yang Termodifikasi Kolagen”.

Dosen yang memiliki kepakaran dibidang Teknologi Pangan ini berharap agar nantinya hasil penelitiannya akan segera di komersialiasi bersama PPTK Gambung yaitu teh hijau premium bebas kafein yang kompetitif.

Adapun Hermawan Dwi Ariyanto diketahui juga merupakan seorang dosen muda yang aktif berkegiatan.

Dia diketahui menjadi Panitia Penyelenggaraan International Conference oleh Sekolah Vokasi Undip, Koordinator Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk Sekolah Vokasi di tingkat Universitas Diponegoro, Auditor Audit Mutu Internal (AMI) Universitas Diponegoro 2023 dan juga Sekretaris Tim Pengendalian Mutu Sekolah Vokasi (TPMSV).

Dengan demikian, pencapaian para dosen di lingkungan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro ini dapat mendukung ketercapaian Visi Fakultas yaitu “Menjadi Pusat Pendidikan Vokasi (Terapan) yang Unggul dan Bertaraf Internasional”.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Budiyono, MSi sebagai Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro dimana para civitas akademika Sekolah Vokasi Undip didorong untuk memberikan kontribusi aktif pada kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

sumber : suaramerdeka.com