SEMARANG (kampussemarang.com)- Berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) untuk beradaptasi dan bergerak cepat menyesuaikan diri dengan tantangan dan kebutuhan dunia kerja masa kini maupun di masa depan untuk lulusannya. Pasalnya, dinamika industri milenial sangat menuntut lulusan yang perform mental maupun fisik.

Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri SV Undip, Mohamad Endy Julianto, S.T., M.T, mengatakan, Perguruan Tinggi dituntut untuk berinovasi dan meningkatkan kreativitas pembelajaran sesuai kebutuhan industri.

 ”Prodi TRKI telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan kompeten di bidangnya melalui revitalisasi pendidikan tinggi vokasi. Penerapan Program Revitalisasi meliputi dual system, teaching factory, retooling (retraining), praktisi industri dan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSP)” ujar Mohammad Endy, Selasa (14/5/2024).

Tak tanggung-tanggung ternyata dampaknya luar biasa, berbagai industri pada berdatangan ke kampus untuk mengadakan rekruitment karyawan. Bahkan beberapa mahasiswa yang belum lulus, dengan berbekal transkip nilai selama 7 semester dan sertifikasi kompetensi telah dipinang di berbagai perusahaan, seperti industry Eternal Tsingshan Group – MT (Rifnaldi Sadik, Faizal Pambayun), PT Jaya Trade Indonesia – Business Development (Salsabila), PT Sutindo Chemical Indonesia Surabaya – Staff Research and Development (Tesalonika Sitepu), PT Hailiang Nova Material Indonesia – QC Trainee (Rhida Amalia Dewi Firdausi) dan PT LBM New Energy Indonesia – QC Specialist (Desy Sonia Putri, Era Aristanto, Muhammad Zaki Riadhus Shalihin, Septi Enjelina Sitio). Saat ini ada 4 alumni yang bekerja di PT LBM New Energy Indonesia sedang mengikuti Training di China selama 3  bulan.

Sementara itu, Muhammad Zaki Riadhus Shalihin yang biasa disapa dengan Zaki menuturkan bahwa bagi lulusan sarjana dari universitas untuk bisa meraih pekerjaan di perusahaan multinasional dan training ke Luar Negeri merupakan hal yang diimpi-impikan dan sangat didambakan. Begitu juga dengan Zaki, alumni Teknologi Rekayasa Kimia Industri Angkatan 2019.

Zaki mengungkapkan bahwa selama kuliah banyak mengikuti berbagai kegiatan, baik itu yang berkaitan dengan organisasi mahasiswa, penelitian bersama dosen Dr. Eng. Vita Paramita, S.T, MM. M.Eng dan Mohamad Endy Julianto,  pendanaan proposal (seperti PWMV, P2MD, PMW), perlombaan (seperti Business Plan, LKTIN), dan sertifikasi kompetensi.

Bahkan bersama dosen pembimbing bisa memperoleh 7 paten, yakni 4 Paten Sederhana dan 3 HKI. Paten sederhana meliputi Paten dengan No S00202301133 “Hidrolisis Parsial Pati Sorgum (Sorghum bicolor L.) menggunakan Katalis Asam Asetat dengan Bantuan Gelombang Mikro”, Paten No S00202301134 “Proses Pembuatan Maltodekstrin melalui Hidrolisis Parsial Pati Umbi Gembili (Dioscorea esculenta L.) dengan Bantuan Gelombang Mikro menggunakan Katalis Asam Asetat”, Paten No S00202301530 “Proses Hidrolisis Parsial Pati Umbi Ganyong (Canna edulis Kerr) menggunakan Katalis Asam Asetat dan Gelombang Mikro” dan Paten No No S00202307927 “Komposisi Hand Sanitizer dari Limbah Nasi”. Sedangkan sertifikat HKI meliputi HKI No EC00202299439, No EC00202348594, dan No EC00202359719.

Zaki juga menambahkan bahwa dengan berbagai bekal tersebut telah mengantarkan bisa bekerja di perusahaan multinasional. Perusahaan multinasional ini berada di bawah naungan Lopal Group China, dengan nama PT LBM Energi Baru Indonesia, berada di Kawasan Industri Kendal. Perusahaan ini bergerak di bidang manufaktur komponen baterai kendaraan listrik yaitu LiFePO4; Litium Ferro Phosphate atau LFP.

”Baterai Litium-Ion ini berkembang secara pesat mengingat program pemerintah saat ini yang mendukung transfigurasi kendaraan BBM ke kendaraan listrik. Sehingga merupakan suatu pengalaman awal karir yang baik bagi saya bisa bekerja diperusahaan ini,” terang Zaki.

Zaki menyampaikan bahwa selama 3 bulan awal diberangkatkan ke China beserta beberapa orang dari Indonesia lainnya. Di sana tepatnya pada Provinsi Sichuan dirinya mendapatkan pelatihan mengenai pengujian kualitas LFP, manajemen laboratorium, sistem kerja dan budaya China, dan beberapa hal lainnya yang sangat menarik karena memang belum sempat ditemukan di Indonesia.

”Sebuah kebanggaan bagi saya bisa menginjakkan kaki di negeri yang sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya. Sebagai alumni jika diperkenankan memberikan beberapa pesan kepada adik-adik tingkat, bahwa waktu kalian menjadi mahasiswa sangatlah berharga, waktu tersebut tidak tentu terulang kembali, sehingga manfaatkanlah dengan baik, salah satunya mengikuti berbagai kegiatan positif di kampus,” tutur Zaki.

”Semua kegiatan positif tersebut percayalah akan bermanfaat ke depannya, jadi ikutilah semaksimal yang kalian bisa. Salah satu pesan dosen yang saya ingat sampai saat ini, ilmu kampus itu hanyalah 10%, pengalaman positif kalian di luar perkuliahan itulah yang akan menunjang masa depan kalian, jadi manfaatkanlah dengan baik masa-masa menjadi mahasiswa, karena tidak semua orang bisa merasakan hal tersebut,” pungkas Zaki. (Ks01)

sumber : https://www.kampussemarang.com/revitalisasi-pendidikan-tinggi-mengantarkan-lulusan-trki-sv-undip-training-ke-china/