Shintauli Tinambunan, Program Studi Diploma III Akuntansi, Chief Operating Officer (COO) Angkasa Pura Supports

Universitas Diponegoro kembali mencatatkan kebanggaan melalui kiprah salah satu alumninya, Shintauli Tinambunan, lulusan Program Studi D3 Akuntansi Sekolah Vokasi UNDIP yang kini menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Angkasa Pura Supports. Perjalanan kariernya menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi memiliki peranan besar dalam menyiapkan talenta profesional yang kompetitif di level nasional.

Shintauli mengawali perjalanan kariernya setelah menyelesaikan studi D3 Akuntansi UNDIP dan melanjutkan pendidikan S1 Akuntansi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP. Ia kemudian bergabung dengan EY Indonesia pada tahun 2009 dan meniti karier hingga mencapai posisi Assurance Manager. “Pengalaman di EY melatih saya untuk berpikir holistik, melihat gambaran besar, sekaligus tetap teliti dalam detail teknis,” ujarnya.

Tahun 2021 menjadi titik awal Shintauli memasuki dunia aviasi ketika ia dipercaya bergabung dengan Angkasa Pura Supports. Dalam kurun waktu singkat, ia mengisi sejumlah posisi strategis seperti Vice President Finance & Accounting, Vice President Finance & Risk Management, serta Vice President Corporate Finance di InJourney Aviation Services, sebelum akhirnya dipercaya sebagai COO mulai 2024. “Setiap jabatan yang saya emban selalu memaksa saya untuk terus beradaptasi dan belajar. Konsistensi adalah kunci,” tambahnya.

Sebagai COO, Shintauli memimpin berbagai fungsi operasional yang berkaitan langsung dengan layanan bandara, mulai dari pengelolaan operasi harian, fasilitas, IT, hingga efisiensi anggaran dan kolaborasi lintas fungsi untuk mendukung pencapaian pendapatan sesuai rencana kerja perusahaan. Ia juga memastikan standar operasional dan keamanan tetap berada pada tingkat tertinggi.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari fondasi pendidikan vokasi yang ia peroleh di UNDIP. Model pembelajaran yang menekankan praktik langsung memberikannya pengalaman nyata sebelum memasuki dunia kerja. “Vokasi UNDIP memberi saya bukan hanya ilmu, tetapi cara berpikir yang praktis dan siap pakai. Dari laboratorium, studi kasus, hingga magang industri—semuanya melatih saya menghadapi tekanan dan deadline sejak awal,” kata Shintauli.

Tidak hanya berdampak pada karier pribadi, peran Shintauli juga berkontribusi bagi kemajuan sektor aviasi nasional. Melalui tugasnya, ia turut memastikan kelancaran mobilitas manusia dan barang di bandara, menjaga tata kelola keuangan perusahaan yang transparan, mendukung penciptaan lapangan kerja, serta mendorong inisiatif keberlanjutan seperti efisiensi energi dan penerapan green building. “Ketika proses berjalan efisien dan pelayanan bandara berkualitas, itu bukan hanya kemenangan perusahaan, tetapi kontribusi nyata untuk negara,” jelasnya.

Menutup kisahnya, Shintauli memberikan pesan bagi mahasiswa vokasi UNDIP agar tidak ragu bermimpi besar. “Gunakan waktu di kampus untuk membangun keterampilan, bukan hanya mengejar nilai. Jangan takut mencoba, jangan takut gagal, dan selalu pegang integritas. Nilai yang kita bangun hari ini adalah investasi bagi masa depan bangsa,” tegasnya.

Kisah perjalanan Shintauli menjadi representasi nyata visi UNDIP sebagai institusi yang bermartabat, bermanfaat, dan mampu menghasilkan lulusan unggul yang berdampak bagi masyarakat serta pembangunan nasional.