Menghasilkan jutaan rupiah perbulan disela kuliah online, kenapa tidak? Hal itu yang sekarang sedang dirintis oleh Rizky bersama temannya yaitu Airil dan Elya, merupakan mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro.

“Saya memulai usaha hidroponik itu dari saya melihat bahwa kuliah online atau daring itu membuat saya memiliki waktu yang cukup banyak sehingga ingin mencoba mengisi waktu tersebut sembari menjalani kuliah. Sejenak berfikir apa sih yang dapat kita kerjakan disela waktu kuliah? dan hidroponik telah menjawab itu semua. Dari kegiatan operasional yang sangat fleksibel setiap harinya, pengairan bisa otomatis dijadwal setiap hari dan perawatannya yang mudah. Dari itu semua dengan berjalannya waktu, saya dan teman teman melakukan riset pasar dan kami berfikir bahwa komoditas hidroponik yang sangat tinggi permintaannya yaitu selada. Selain kualitas kami juga melihat perbedaan ketahanan selada di pasar menjadi permasalahan karena hanya bertahan 1 – 2 hari saja sudah layu dan kusam.

Rizky menceritakan, bahwa usahanya mulai berjalan serius sejak Maret 2021 setelah adanya Program 100 Wirausaha Muda Sekolah Vokasi Undip. Sejak awal terjun menjalani bisnis hidroponik dari bulan maret hingga saat ini tidak lah mudah, terdapat berbagai permasalahan mulai dari hama, cuaca, keakuratan data ph air dan ppm nutrisi hingga naik turun permintaan.

 

Mayur Yuk telah berhasil mememuhi kebutuhan lebih dari 15 pelanggan loyal mulai dari individu, katering atau usaha rumahan, pedagang kaki lima kebab dan burger, hingga ke rumah makan atau restoran. Rata rata setiap bulan kami berhasil menjual minimal 50 kg selama satu bulan dengan harga Rp. 25.000/kg – Rp. 30.000/kg. Kami berhasil mendapatkan penjualan tertinggi yaitu 95 kg di bulan Oktober lalu. Kami juga pernah mengalami kekurangan persediaan selada karena kapasitas produksi yang masih belum cukup seimbang dengan tingginya permintaan. Sehingga kami mencari mitra di dalam kota hingga Tuban dan Jombang,” ucap Rizky.