SEMARANG – Dua perusahaan besar nasional sepakat membuka ruang untuk pemagangan secara penuh bagi mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Vokasi UNDIP) selama enam bulan (satu semester). Kedua perusahaan besar tersebut adalah perusahaan galangan kapal milik pemerintah Indonesia (BUMN) PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari dan PT Haleyora Power,  anak perusahaan PT PLN yang bergerak dalam di bidang operation & maintenance pada jaringan transmisi dan distribusi kelistrikan.

Kesepakatan kerja sama antara Sekolah Vokasi Undip dengan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari dan PT Haleyora Power, secara resmi ditandatangani di Dekanat Sekolah Vokasi Undip, Senin (21/11/2022). Kerja sama yang sering disebut Triple-Helix tersebut, merupakan langkah konkrit Program MBKM Magang atau Praktrik Industri bagi para mahasiswa Sekolah Vokasi Undip, khususnya untuk Prodi Sarjana Terapan (STr) Teknik Listrik Industri, STr Teknologi Rekayasa Otomasi, STr Rekayasa Perancangan Mekanik, STr Informasi dan Humas, STr Manajemen Administrasi Logistik, dan STr Akuntansi Perpajakan

Direktur Utama PT Haleyora Power,  Sinung Triwulandari, menyebut kerja sama ini sebagai langkah baik. “Pembelajaran di luar kampus melalui magang kerja di Industri ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga kemampuan nonteknis mahasiswa. Program magang di industri juga membuat mahasiswa mendapatkan pola pikir industry,” kata Sinung Wulandari.

Menurut dia, hal tersebut tidak didapatkan mahasiswa di kampus. Karena itu dia berharap ke depannya kerja sama ini berkembang menjadi kegiatan yang saling mendukung dan saling menguntungkan bagi PT Haleyora Power dan Sekolah Vokasi Undip.

Sementara itu Direktur Operasional PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, Ari Rochmat, secara gamblang mengungkapkan sebagai BUMN yang bidang usahanya sangat spesifik, Kodja Bahari berharap kerja sama dengan Sekolah Vokasi Undip bisa lebih spesifk. Karena Sekolah Vokasi Undip memiliki Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan. “Setiap tahunnya kami membutuhkan 400 karyawan baru. Dengan adanya kerja sama ini, ke depan kita berharap rekurtmen memiliki basis sumber daya manusia yang lebih berkompeten,” ujar Ari Rochmat.

Kerja sama tersebut bisa berlangsung salah satunya karena dukungan para alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni Program Terapan (IAPAT). Ketua Umum DPP IAPAT Undip, Suyoto, mengatakan para alumni Sekolah Vokasi Undip ikut berperan dalam terwujudnya kerjasama ini. Suyoto merasa bangga IAPAT bisa ikut memberikan sumbangsih kepada almamaternya dengan memfasilitasi antara alumni yang sukses di dunia industri untuk bisa bersinergi dengan pihak kampus sehingga lulusannya mudah terserap di dunia kerja

Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof Dr Ir Budiyono MSi, mengaku bersyukur dengan makin banyaknya industry yang bekerja sama dengan Sekolah Vokasi Undip. Prof Budiyono juga mengucapkan terimakasih kepada  IAPAT yang sudah memfasilitasi kerja sama dengan dunia industry, sehingga Sekolah Vokasi Undip makin dipercaya masyarakat. “Di Sekolah Vokasi Undip program magang berlangsung selama 6 bulan, ini sungguh tidak mudah mengimplementasikannya. Namun dengan bantuan berbagai pihak seperti IAPAT dan kalangan industry, kami bersyukur bisa mewujudkannya dengan penuh,” katanya.

Selaku Dekan, Prof Budiyono berharap para mahasiswa Sekolah Vokasi  Undip yang lulus bisa langsung kerja. “Memang kerja sama dengan industry bukan hanya untuk pemagangan, tapi juga kolaborasi dalam kegiatan penelitian dan pengembangan Iptek. Semuanya dilakukan secara pararel,” pungkasnya.