Lisa Zakiya, Program Studi Akuntansi Perpajakan, Finance Executive di PT Tobe Aviasi Indonesia (TBM Aviation)

Salah satu alumni Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro , Lisa Zakiya, yang merupakan alumni Program Studi Akuntansi Perpajakan, kini menjabat sebagai Finance Executive di PT Tobe Aviasi Indonesia (TBM Aviation), sebuah perusahaan konsultan aviasi multinasional. Perjalanan karier Lisa menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi landasan kuat untuk menembus dunia profesional yang kompetitif, termasuk di industri global.

Lisa mengawali perjalanan kariernya setelah lulus pada Oktober 2016. Ia mulai bekerja di bagian pengecekan data J&T Express sebelum pandemi COVID-19 memaksanya jeda sejenak dari dunia kerja. Namun, kondisi tersebut tidak mematahkan semangatnya. “Pandemi sempat membuat saya berhenti bekerja, tapi saya memilih bangkit dan kembali belajar dari awal,” ungkapnya. Pada 2021, ia bergabung dengan KJPP Semarang sebagai sekretaris proyek sebelum akhirnya menemukan jalannya di industri aviasi.

Pada Desember 2021, Lisa resmi bergabung dengan TBM Aviation dan sejak itu menapaki karier secara konsisten hingga mencapai posisi strategis. Dalam empat tahun, ia naik dari posisi Finance Accounting Associate hingga dipercaya sebagai Finance Executive yang kini menangani klien internasional, termasuk dari Irlandia. “Setiap posisi baru saya anggap sebagai pembelajaran. Saya selalu bilang pada diri sendiri, jangan cepat puas — terus perbaiki kemampuan,” ujarnya.

Dalam perannya sebagai Finance Executive, Lisa bertanggung jawab menyusun laporan keuangan perusahaan, mengelola anggaran, menganalisis arus kas dan laba rugi, hingga menangani berbagai aspek perpajakan, termasuk perpajakan internasional. Perannya penting mengingat perusahaan tempatnya bekerja bergerak di sektor teknis penerbangan yang berkaitan dengan pengadaan komponen pesawat, perawatan, pemantauan kelayakan terbang, hingga transaksi leasing pesawatLisa juga menekankan pentingnya perpaduan antara keahlian teknis, komunikasi yang efektif, dan penguasaan Bahasa Inggris, mengingat 90 persen klien TBM Aviation berasal dari luar negeri. “Teknis itu wajib, tapi cara kita berbicara dan menjaga profesionalitas itu nilai tambah yang sangat menentukan,” tegasnya. Ia saat ini tengah mempersiapkan sertifikasi lanjutan seperti Brevet C dan Certified Tax Technician untuk memperkuat kompetensinya.

Dalam kisahnya, Lisa menyebut pendidikan vokasi UNDIP sebagai salah satu fondasi terpenting yang membekalinya saat memasuki dunia kerja. “Praktikum-praktikum di Vokasi UNDIP sangat relevan. Apa yang saya pelajari langsung bisa dipakai di pekerjaan,” kata Lisa. Ia menyarankan mahasiswa untuk aktif mengikuti sertifikasi, mengembangkan keterampilan bahasa, serta mengasah kemampuan teknologi akuntansi agar siap bersaing di pasar global.

Selain akademik, Lisa menilai relasi dan pengalaman organisasi juga memiliki peran besar dalam membangun karier. Ia yang pernah aktif di UKM Prisma Fotografi merasakan bahwa organisasi melatih kreativitas, mental kerja, dan kemampuan bekerja dalam tim. “Banyak kesempatan kerja saya dapat dari jaringan yang saya bangun sejak kuliah,” tuturnya.

Dalam perannya di TBM Aviation, Lisa turut berkontribusi menjaga transparansi keuangan perusahaan, memastikan kepatuhan fiskal, serta memberikan dampak terhadap peningkatan penerimaan negara. Ia meyakini bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis, tetapi juga kekuatan mental dan spiritual. “Kesuksesan bukan hanya soal kerja keras, tapi juga tentang berdamai dengan diri sendiri. Ketika merasa minder, coba saja dulu. Jangan lupa, ada jalur langit: doa orang tua, sholat, dan zikir itu kekuatan yang tidak tergantikan,” ujarnya tegas.

Bagi mahasiswa Vokasi UNDIP, Lisa menitipkan pesan agar tidak takut mencoba hal baru dan terus memperluas jaringan. “Gunakan masa kuliah untuk mengasah kemampuan dan memperluas relasi. Itu modal penting untuk bertahan di dunia kerja,” pesannya.

Kisah Lisa menjadi bukti bahwa lulusan vokasi UNDIP tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berkembang hingga meraih posisi strategis pada perusahaan multinasional. Dengan kemampuan praktis, etos kerja, dan semangat belajar yang berkelanjutan, alumni vokasi dapat memberikan kontribusi nyata bagi industri dan pembangunan bangsa.