Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) fokus mengembangkan 11 program studi (Prodi) D4 atau sarjana terapan yang saat ini dikelolanya. Pengembangan program sarjana terapan merupakan kebijakan yang selaras dengan status Undip sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

Dekan Sekolah Vokasi Undip, Budiyono mengatakan, dengan fokus pada jenjang D4, maka kegiatan-kegiatan yang menghasilkan paten, publikasi jurnal, pengembangan riset, dan inovasi bisa dilakukan secara maksimal. Kebijakan mengembangkan program sarjana terapan juga sesuai dengan kebijakan nasional Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud. “Terhitung sejak tahun 2019 kami sudah tidak menerima lagi mahasiswa program D3. Untuk kampus utama kami hanya menerima mahasiswa untuk program sarjana terapan atau D4,” kata dia melansir laman Undip, Rabu (24/3/2021).

Dia mengaku, saat ini ada 4 Departemen dengan 11 Prodi Sarjana Terapan di Sekolah Vokasi Undip

Lewat dua jalur

Ada dua jalur untuk masuk ke Sekolah Vokasi Undip, yakni Penerimaan Seleksi Siswa Berpotensi (PSSB) dan jalur Ujian Mandiri (UM). Jalur PSSB adalah penerimaan mahasiswa program sarjana terapan melalui prestasi nilai raport.

Jalur  penerimaan  UM terbuka  untuk semua siswa sekolah SMA,SMK, MA dan yang sederajat, termasuk lulusan program persamaan atau Paket C.

“Jalur ini memperbolehkan lulusan tahun 2019 untuk ikut seleksi. Jalur UM juga dibuka secara online mulai 1 Mei sampai dengan 8 Juli 2021,” ujar dia.

Pengumuman hasil seleksi untuk jalur PSSB akan dilakukan pada 5 Mei 2021. Sedangkan untuk jalur UM dilakukan pada 16 Juli 2021. “Proses dan tata cara pendaftaran Sekolah Vokasi Undip bisa diakses di https://pmb.undip.ac.id/ termasuk untuk mengetahui biaya pendaftaran dan cara pembayarannya,” ungkap dia.

Di Tahun Akademik (TA) 2021/2022 Sekolah Vokasi Undip akan menerima 1.540 mahasiswa. Dengan rincian Departemen Teknologi Industri sebanyak 440 mahasiswa dan Departemen sipil dan Perencanaan sebanyak 300 mahasiswa. Lalu ada Departemen Bisnis dan Keuangan sebanyak 480 mahasiswa dan Departemen Informasi dan Budaya sebanyak 320 mahasiswa.  “Jumlah mahasiswa yang diterima itu sudah diatur berdasarkan surat keputusan rektor,” tukasnya.

Sumber:KOMPAS.com