Semarang, 12 Februari 2026. Universitas Diponegoro (UNDIP) menerima kunjungan delegasi dari Prefektur Shiga, Jepang, yang dipimpin oleh Mr. Takeshi Tominaga, bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam rangka pembahasan kerja sama pengelolaan sumber daya air, keberlanjutan lingkungan, dan pengembangan energi terbarukan berbasis potensi lokal di kawasan Rawa Pening.
Pertemuan strategis tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Senat Akademik UNDIP dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, peneliti, serta perwakilan pemerintah daerah. Diskusi difokuskan pada tantangan ekologis yang dihadapi Rawa Pening sekaligus peluang pengembangannya sebagai model pengelolaan danau berkelanjutan.
Tantangan Ekologis dan Potensi Inovasi
Rawa Pening selama ini menghadapi persoalan serius berupa pertumbuhan eceng gondok yang masif, yang berdampak pada penurunan kualitas air, gangguan aktivitas perikanan dan transportasi lokal, serta percepatan sedimentasi. Kondisi ini turut memengaruhi kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup di sekitar kawasan danau.
Namun demikian, dalam diskusi tersebut ditekankan bahwa eceng gondok tidak hanya dipandang sebagai masalah lingkungan, tetapi juga sebagai potensi sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Prof. Setia Budi Sasongko, peneliti UNDIP, menyampaikan bahwa serat eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tali tambang dan berbagai produk fungsional lainnya. Dengan pendekatan inovatif dan pelatihan yang tepat, pemanfaatan ini dapat dikembangkan menjadi usaha berbasis masyarakat.
Sementara itu, Prof. Syafrudiun menambahkan bahwa eceng gondok memiliki potensi besar untuk dikonversi menjadi biogas maupun briket biomassa sebagai sumber energi terbarukan. Pemanfaatan ini dinilai mampu mendukung ketahanan energi lokal sekaligus mengurangi beban ekologis danau.
Komitmen Kolaborasi dan Penguatan Ekonomi Lokal
Wakil Rektor IV UNDIP, Bapak Wijayanto, menegaskan dukungan penuh universitas terhadap penguatan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan mitra dari Jepang. Sejalan dengan semangat UNDIP Bermartabat dan Bermanfaat, kerja sama ini diharapkan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Ibu Sarwo Rini, menyampaikan bahwa agenda kerja sama mencakup penguatan ketahanan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan kawasan danau, serta pengembangan model energi terbarukan berbasis biomassa eceng gondok.
Delegasi Prefektur Shiga menyatakan kesiapan untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan danau berkelanjutan, sistem pengendalian kualitas air, serta pengembangan teknologi lingkungan yang relevan untuk revitalisasi Rawa Pening dalam jangka panjang.
Peran Sekolah Vokasi dalam Solusi Terapan
Dekan Sekolah Vokasi UNDIP menekankan pentingnya integrasi antara teknologi, pendidikan vokasional, dan pemberdayaan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan Rawa Pening. Menurutnya, pemanfaatan eceng gondok sebagai energi terbarukan maupun produk turunan lainnya dapat dikembangkan melalui pendekatan teaching factory, koperasi masyarakat, serta model usaha berbasis komunitas yang melibatkan mahasiswa dan warga sekitar.
Direktur Inovasi dan Kerja Sama UNDIP, Ibu Dian, menyebut Rawa Pening sebagai “laboratorium hidup” untuk inovasi inklusif yang menjembatani riset, kebijakan, dan implementasi di lapangan.
Melalui sinergi antara UNDIP, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan mitra internasional dari Jepang, Rawa Pening diharapkan dapat menjadi model pengelolaan danau berkelanjutan sekaligus pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat di Indonesia. Kerja sama ini menandai langkah awal menuju inisiatif konkret yang tidak hanya memulihkan ekosistem danau, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat sekitar.
*Keterangan Foto : Delegasi Universitas Diponegoro, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Prefektur Shiga, Jepang, berfoto bersama di Ruang Sidang Senat Akademik UNDIP usai diskusi strategis mengenai pengelolaan berkelanjutan dan pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat di kawasan Rawa Pening