Oleh: Prof. Dr. Ir. Budiyono, MSi – Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro
Jepara, 3 Desember 2025. Selama tiga hari, 1–3 Desember 2025, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro menyelenggarakan Workshop Penulisan Publikasi Internasional sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya akademik dan meningkatkan kualitas publikasi di lingkungan kampus. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dan fasilitator dari internal Undip yang telah berpengalaman dalam proses publikasi bereputasi, serta melibatkan para dosen dari seluruh program studi.
Workshop ini tidak hanya dimaksudkan sebagai pelatihan teknis mengenai penulisan artikel ilmiah, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menumbuhkan budaya ilmiah yang lebih produktif, kolaboratif, dan berorientasi dampak. Dalam era global saat ini, kontribusi ilmiah menjadi indikator penting bagi reputasi akademik sebuah institusi, dan publikasi internasional merupakan salah satu pintu masuk paling relevan untuk mengukuhkan posisi tersebut.
- Publikasi sebagai Komitmen Institusional, Bukan Beban Individual
Publikasi internasional bukan lagi aktivitas tambahan yang dilakukan secara individual, tetapi telah menjadi komitmen institusional penting bagi kemajuan universitas. Mulai 2026, Sekolah Vokasi akan mengembangkan target publikasi yang terukur berbasis program studi, cluster riset, dan kolaborasi dosen dan mahasiswa. Target ini bukan dalam rangka penambahan beban administratif, tetapi untuk memastikan bahwa energi akademik terarah kepada produktivitas ilmiah yang bermakna. Kita perlu menggeser mindset dari sekadar memenuhi kewajiban BKD, menjadi produksi pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, industri, dan dunia. - Kolaborasi Menjadi Fondasi Kekuatan Riset
Workshop ini juga menegaskan bahwa tidak ada peneliti hebat tanpa ekosistem yang kolaboratif. Riset berkualitas lahir dari pertemuan berbagai perspektif dan kompetensi lintas bidang. Sekolah Vokasi memiliki struktur akademik unik yang sangat strategis yang jika dikombinasikan dapat menghasilkan penelitian interdisipliner yang relevan, aplikatif, dan berbahasa internasional. Sinergi lintas program studi bukan sekadar kemungkinan, tetapi kebutuhan strategis untuk menghasilkan publikasi yang kompetitif. - Fokus pada Solusi, Bukan Sekadar Tinjauan Teori
Sebagai institusi vokasional, Undip memiliki keunggulan khas: kemampuan menghasilkan pengetahuan berbasis pemecahan masalah nyata. Karena itu, publikasi kita memiliki peluang besar untuk berkontribusi pada problem solving industri, inovasi teknologi, model bisnis, penguatan komunitas, dan transfer pengetahuan ke masyarakat. Riset yang ideal bukan hanya menjawab pertanyaan akademik abstrak, tetapi menawarkan solusi konkret, terukur, dan teruji—bahkan potensial menjadi teaching factory, startup, atau teknologi tepat guna. - Membangun Ekosistem Pendukung yang Kuat
Kegiatan ini juga mempertegas bahwa publikasi internasional tidak akan tumbuh tanpa dukungan sistemik dari institusi. Beberapa inisiatif yang disiapkan Sekolah Vokasi untuk 2026 antara lain: hibah publikasi internasional, layanan proofreading dan klinik penulisan, dukungan APC, fasilitasi kolaborasi internasional, integrasi riset dengan teaching factory dan AI-TEC. Dengan dukungan ini, publikasi bukan lagi upaya individual, tetapi kolaborasi ekosistem akademik yang sehat. - Workshop sebagai Titik Tolak, Bukan Titik Henti
Workshop ini diharapkan menjadi momentum baru, bukan sekadar kegiatan rutin. Tiga hari pembelajaran akan menjadi sia-sia jika tidak ditindaklanjuti oleh eksekusi penulisan, penyelesaian naskah, pembentukan kelompok riset, penentuan jurnal tujuan, dan konsistensi menyelesaikan publikasi. Ilmu pengetahuan tidak berkembang karena banyak rencana, tetapi karena banyak eksekusi. Membangun budaya publikasi berarti membangun budaya bergerak.
Meneguhkan Peran Sekolah Vokasi UNDIP dalam Konteks Global
Sejak 2016, Sekolah Vokasi UNDIP telah melewati dua fase penting: fase pemantapan institusi dan fase penguatan kapasitas. Dan pada 2026, kita memasuki fase ketiga: Fase Sekolah Vokasi Kelas Dunia. Dalam fase ini, publikasi internasional menjadi lokomotif penting, karena publikasi bukan sekadar angka, tetapi: reputasi, pengaruh, jejaring, dan kontribusi bagi peradaban.
Penutup: Menulis untuk Memberi Manfaat
Workshop ini mengingatkan kembali bahwa aktivitas akademik bukan hanya proses akademik, tetapi proses berbagi kebaikan melalui pengetahuan. Dengan demikian, menulis dan menyebarkan hasil penelitian bukan mekanisme administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.