SEMARANG – Saat ini banyak mahasiswa yang menjalankan usaha sambil berkuliah karena mereka memiliki motivasi kuat,  yaitu “ingin menjadi mandiri”, dan mampu mempunyai penghasilan sendiri. Kuliah sambil berwirausaha bukan suatu hal mustahil sebagaimana dilakukan oleh Dhita Putri, yang akrab disapa Dhita. Saat ini, ia aktif mengikuti perkuliahan pada program studi Manajemen Administrasi Logistik, angkatan 2019, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro.

Mahasiswi asal Sukoharjo Jawa Tengah ini, sangat gemar berwirausaha, bermodal ingin memiliki penghasilan sendiri dan mengisi waktu luang, Dhita Putri memulai usaha sejak awal Pandemi Covid-19. Dhita memiliki usaha yang bergerak di bidang Fashion (Mode) dan Gift (Produk hadiah). Dhita menceritakan, bahwa awal mula ia merintis usaha, saat ia merasa memiliki banyak waktu luang ketika pandemi, disamping itu kuliah online, membuatnya berpikir untuk memulai membuka usaha di bidang fashion, yang diberi nama pada media sosial Instagram, yaitu @petostyle.id. Produk yang dijualnya berupa jilbab, baju, celana, dan kardigan. Ia memilih wirausaha tersebut, karena ia merasa sesuai dengan passion-nya sebagai wanita yang telaten, menyukai seni, dan sangat suka memerhatikan penampilan. Kemudian dari segi produk hadiah, bermula dari banyak orderan jilbab dan baju yang  dijadikan hadiah wisuda dan ulang tahun, mulai saat itu, ia membuka usaha yang diberi nama “Petogift”, dengan nama media sosial Instagram @petogift.id.

Meskipun kini ia menjadi wirausahawan muda, siapa sangka awalnya Dhita sempat mengalami kekurangan modal, disisi lain ia mendapat banyak pesanan, namun modal yang digunakan tidak cukup. Oleh karena itu, ia memberikan sedikit tips kepada sesama mahasiswa yang ingin merintis usaha, “Kita harus memiliki tekad yang kuat, jangan malas-malasan, dan berani melangkah untuk memulai usaha, jika belum memiliki modal, ada 1001 cara untuk ngumpulin uang jajan kalian, dan jika memiliki tabungan, bisa diputar untuk modal usaha”, ujarnya.

Bagi Dhita, berwirausaha sudah menjadi hal yang sangat penting dalam hidupnya, “Wirausaha menurut saya itu sangat penting, karena menjadi pengusaha merupakan cita-cita saya sejak dulu, karena jika menjadi pengusaha penghasilan tidak tetap dan omset akan meningkat sewaktu-waktu, jika sedang ramai pembeli, omset mencapai di atas satu juta rupiah, namun, jika sedang sepi pembeli atau sedang sibuk kuliah, omset mencapai delapan ratus ribu rupiah hingga satu juta rupiah” ujarnya saat ditanya tim peliput kami pada Jumat (01/04).

Selain berwirausaha, Dhita juga aktif mengikuti berbagai organisasi maupun kepanitiaan di kampus. Salah satu kepanitiaan yang diikutinya, yaitu “Abdi Masyarakat”, dan organisasi Himpunan. Hal itu tidak menghalanginya untuk berwirausaha ketika kuliah. Ia pun berharap kepada seluruh mahasiswa, agar tidak menjadikan aktivitas perkuliahan sebagai penghalang untuk sukses di bidang lain yang sesuai minat dan bakat, dan ketika memulai berbisnis atau berwirausaha, sebaiknya harus mendalami bisnis itu, sesuai dengan passion, serta harus dipikirkan matang-matang, jangan asal mengikuti tren atau mengikuti teman saja.