Refleksi 9 Tahun Sekolah Vokasi UNDIP: Mengokohkan Pondasi Menuju Lompatan 2026–2030

Oleh: Prof. Dr. Ir. Budiyono, MSi – Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Sembilan tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk melihat sebuah perubahan, namun juga cukup singkat untuk merasakan betapa cepatnya dunia bergerak. Ketika Sekolah Vokasi UNDIP memulai transformasi besar pada 2016, tidak ada yang menyangka bahwa perjalanan ini akan membawa kita pada titik seperti hari ini—sebuah titik di mana pendidikan vokasional bukan lagi dipandang sebagai pelengkap, tetapi sebagai kekuatan strategis bangsa.

Perjalanan itu terasa semakin bermakna ketika tahun ini ditutup dengan kabar gembira dari Denpasar. Pada ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2025), 11 tim mahasiswa Sekolah Vokasi UNDIP tampil dengan penuh percaya diri, membawa karya inovatif yang lahir dari ruang-ruang laboratorium, teaching factory, ruang diskusi, hingga dari desa-desa dampingan. Hasilnya sangat membanggakan: 8 medali emas dan 3 medali perak.
Panggung internasional itu menjadi saksi bahwa mahasiswa vokasi UNDIP tidak hanya kreatif, tetapi memiliki keberanian, ketekunan, dan karakter yang kuat untuk bersaing secara global.

Keberhasilan itu bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Ia adalah buah dari perjalanan panjang yang dibangun dengan kerja keras, pembenahan sistem, dan budaya akademik yang terus diasah dari tahun ke tahun.

2016–2020: Fase Pemantapan – Meletakkan Pondasi yang Kokoh

Ketika transformasi dimulai pada 2016, Sekolah Vokasi UNDIP sedang berada dalam fase penting: pemantapan. Di fase ini, kita sedang merumuskan kembali identitas, struktur, dan arah pendidikan vokasional yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Pada fase pemantapan ini, langkah besar diambil:

  1. Konsolidasi Program Studi. Sebanyak 21 program studi D3 ditata ulang, dengan tujuan memperkuat relevansi dan efektivitas pendidikan terapan.
  2. Penyusunan Kurikulum Baru. Kurikulum mulai mengarah pada kompetensi, karakter, dan pengalaman belajar nyata melalui pendekatan project-based learning.
  3. Kemitraan Industri yang Lebih Terstruktur. Hubungan dengan industri mulai dibangun secara sistematis, tidak hanya sebagai penyedia magang, tetapi sebagai mitra pendidikan.
  4. Penataan Organisasi dan Sumber Daya. Fase ini memperkuat struktur internal, regulasi, kapasitas dosen, dan tata kelola—menjadi bekal penting untuk fase-fase berikutnya.

Fase pemantapan ini menjadi fondasi yang sangat menentukan. Tanpa fondasi yang kuat, bangunan besar tidak akan pernah bisa berdiri.

2021–2025: Fase Penguatan – Mempercepat Transformasi dan Membangun Reputasi

Memasuki 2021, Sekolah Vokasi UNDIP memasuki fase kedua: penguatan. Inilah periode di mana fondasi yang sudah kokoh mulai diperkuat dan diperkaya dengan inovasi-inovasi terobosan. Fase ini ditandai dengan langkah strategis yang sangat monumental:

  1. Transformasi Dari D3 ke D4. Seluruh 21 program studi D3 “ditranformasi” menjadi 11 program studi Sarjana Terapan (D4). Ini lompatan besar yang mengubah wajah vokasi UNDIP. Terminologi “tranformasi” dirasakan lebih bijak dari pada ‘penuutpan prodi D3’.
  1. Penguatan Kemitraan Industri. Ratusan MoU dan PKS ditandatangani, dengan implementasi nyata seperti magang minimal satu semester, sertifikasi, hingga co-teaching bersama industri.
  1. Lahirnya Teaching Factory yang Produktif. Teaching factory berkembang pesat—dari listrik industri hingga media kreatif, dari air siap minum hingga energi terbarukan. AI-TEC, misalnya, lahir sebagai pusat unggulan teknologi dan rekayasa kecerdasan buatan.
  1. Akreditasi Unggul dan Peningkatan Reputasi. Mayoritas program studi meraih Akreditasi Unggul dan Baik Sekali, menegaskan posisi vokasi UNDIP sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.
  1. Global Mindset yang Semakin Menguat. Mahasiswa dan dosen Sekolah Vokasi UNDIP aktif dalam summer course, konferensi internasional, riset bersama, dan kompetisi global.

Puncaknya adalah kemenangan ISIF Bali 2025—simbol bahwa penguatan sembilan tahun terakhir benar-benar meningkatkan kualitas dan kepercayaan diri mahasiswa kita.

2026–2030: Fase Sekolah Vokasi Kelas Dunia – Melompat ke Dunia Global

Kini kita memasuki fase yang paling menantang sekaligus paling menjanjikan: fase sekolah vokasi kelas dunia. Lima tahun ke depan adalah waktu untuk menunjukkan bahwa Sekolah Vokasi UNDIP bukan hanya kuat secara internal, bukan hanya unggul secara nasional, tetapi mampu bersaing dan berkontribusi di panggung internasional.

Ada beberapa agenda besar yang harus diwujudkan:

  1. Menjadi Indonesian Center of Vocational Excellence. Sekolah Vokasi UNDIP harus menjadi pusat inovasi terapan, rujukan nasional, dan laboratorium pembelajaran vokasional terbaik.
  1. Teaching Factory 2.0 – Digital, Global, dan Produktif. Teaching factory harus masuk fase berikutnya: berbasis IoT, AI, dan digital twin; terhubung dengan industri global; menjadi pusat inovasi mahasiswa dan dosen.
  1. Penguatan AI-TEC dan Cyber Security Division. Dua bidang strategis masa depan—AI dan keamanan siber—akan menjadi tiang penopang vokasi Undip di era global.
  1. Global Collaboration 2.0. Kolaborasi global akan diperluas melalui joint degree, global internship, riset internasional, hingga global innovation hub.
  1. Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Teknologi. Dari KHDTK hingga desa-desa binaan, Sekolah Vokasi hadir membawa dampak nyata bagi masyarakat.
  1. Karakter sebagai Identitas Lulusan. Lulusan vokasi Undip harus dikenal dunia sebagai pribadi yang adaptif, disiplin, komunikatif, solutif, dan beretika.

 

Penutup: Perjalanan yang Kita Tulis Bersama

Ketika menengok perjalanan sembilan tahun ini, kita melihat bukan hanya perubahan struktural, tetapi perubahan budaya. Bukan hanya lahirnya fasilitas baru, tetapi lahirnya cara berpikir baru. Bukan hanya pertumbuhan angka, tetapi pertumbuhan reputasi dan kepercayaan.

Sekolah Vokasi UNDIP telah melewati fase pemantapan. Telah menguat dalam fase penguatan.

Dan kini siap berlari menuju fase kelas dunia.

Dengan semangat JUARA, nilai Bermartabat dan Bermanfaat, dan tekad seluruh civitas akademika, kita siap melompat memasuki 2026–2030 sebagai lembaga vokasional yang memimpin perubahan.

Kemenangan di ISIF hanyalah permulaan. Bab berikutnya sudah menunggu untuk kita tulis—lebih tinggi, lebih luas, lebih berdampak.

Dan kita akan menuliskannya bersama.