Semarang, 5 Oktober 2025 — Keberhasilan alumni D3 Teknik Kimia Universitas Diponegoro angkatan 2001, Paustinus Gunarto, S.T., menjadi bukti bahwa kerja keras, perencanaan matang, dan komitmen untuk memberi manfaat bagi banyak orang dapat mengantarkan seseorang menuju puncak karier. Pria yang akrab disapa Gugun ini kini merupakan pemilik PT Sabatani Global Solusindo (PT SGS), perusahaan besar di bidang Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dengan ratusan karyawan dan klien dari berbagai industri nasional.
Perjalanan Gunarto dimulai dari bangku kuliah, ketika ia ditempa dengan berbagai materi dasar teknik kimia seperti perancangan proses, operasi teknik kimia, perancangan alat, hingga manajemen industri. Pengalaman perkuliahan ini membentuk pola pikir teknis dan analitis yang kemudian menjadi modal penting dalam perjalanan profesionalnya. Setelah menyelesaikan tugas akhir di bawah bimbingan Mohamad Endy Julianto, S.T., M.T., ia lulus dari Undip dan langsung terjun ke dunia industri.
Selama 10 tahun bekerja di berbagai perusahaan, Gunarto terus memperkuat kompetensinya dalam rancang bangun mesin, perencanaan proyek, hingga manajemen tim. Pengalaman ini bukan hanya memperluas wawasan teknisnya, tetapi juga membuka pemahaman tentang bagaimana sebuah perusahaan beroperasi secara menyeluruh. Di titik inilah muncul tekad kuat untuk menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Dengan keyakinan tersebut, ia mendirikan PT Sabatani Global Solusindo.
PT Sabatani Global Solusindo berkembang sebagai perusahaan yang menyediakan layanan engineering serta konstruksi mekanikal dan elektrikal. Produk dan layanan yang dihasilkan mencakup reactor tank, pressure vessel, storage tank, heat exchanger, piping system, hingga complete package unit. Perusahaan ini melayani berbagai industri penting, mulai dari kimia, petrokimia, cat dan tinta, makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, hingga industri perisa serta pewangi. Dengan Visi Priority Partner For Innovation and Improvement, PT SGS memadukan tenaga terampil, pengalaman luas, dan teknologi tinggi untuk menghadirkan kualitas unggul.
Keberhasilan membangun perusahaan besar tidak terlepas dari prinsip hidup yang dipegang Gunarto. Ia selalu menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang dan konsistensi. “Setiap orang harus tahu tujuan hidupnya: 10 tahun ke depan mau jadi apa, 5 tahun ke depan mau berada di mana, bahkan besok mau melakukan apa,” ujarnya. Baginya, perencanaan adalah kompas utama agar setiap langkah karier memiliki arah yang jelas. Ia menyarankan mahasiswa untuk memiliki plan A dan plan B, karena dunia profesional penuh dengan ketidakpastian.
Selain itu, Gunarto menegaskan bahwa generasi muda harus membekali diri dengan keterampilan pendukung seperti kemampuan marketing, manajemen, mengelola karyawan, penguasaan AI, media sosial, serta keahlian digital lainnya. PT SGS sendiri memiliki tim khusus untuk pemasaran digital dan IT—bukti bahwa teknologi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari bisnis. Lebih jauh, Gunarto memegang prinsip kejujuran, keikhlasan, dan kebermanfaatan sebagai landasan dalam bekerja. Menurutnya, nilai-nilai ini memberikan energi positif dan semangat untuk selalu memberikan yang terbaik. “Apa pun yang kita lakukan harus memberi dampak baik untuk orang lain,” katanya.
Dalam sesi tanya jawab dengan mahasiswa yang menanyakan perihal kegagalan dalam berproses, ia menegaskan bahwa kegagalan adalah hal wajar, terutama pada masa awal karier, kuncinya adalah mempersiapkan diri dengan baik, belajar dari pengalaman orang lain, dan tidak takut mencoba, Ujar Gunarto dengan mantab
Era digital memudahkan siapa pun untuk belajar—melalui seminar daring, video edukasi, maupun kursus online. Karena itu, mahasiswa seharusnya lebih mudah mengembangkan diri dan memperluas pengetahuan lintas disiplin, termasuk manajemen, ekonomi, dan teknologi informasi.
Kisah Paustinus Gunarto mengajarkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh ketekunan belajar, strategi jangka panjang, dan nilai hidup yang kuat. Dari seorang mahasiswa teknik kimia, ia kini menjadi pengusaha yang tidak hanya berhasil membesarkan perusahaan, tetapi juga menciptakan pekerjaan dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Sebuah inspirasi bagi generasi muda yang ingin membangun karier gemilang di dunia industri.