Profil
Tentang Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro
Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP) merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi vokasi terkemuka di Indonesia yang berkomitmen menghasilkan talenta unggul melalui pendidikan terapan, kolaborasi industri, inovasi, pengembangan karakter, dan pembangunan berkelanjutan. Sejalan dengan visinya untuk menjadi Pusat Pendidikan Vokasi (Terapan) yang Unggul dan Bertaraf Internasional, Sekolah Vokasi UNDIP mengembangkan Vocational Excellence Ecosystem 2030 sebagai kerangka strategis untuk memperkuat keunggulan akademik, keterlibatan industri, pengembangan karier global, inovasi terapan, visibilitas internasional, serta dampak sosial yang berkelanjutan.
Sebagai institusi pendidikan vokasi yang berorientasi pada masa depan, Sekolah Vokasi UNDIP terus memperkuat transformasinya menuju World Class Vocational School 2030 melalui pengembangan ekosistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, perkembangan teknologi, serta dinamika pasar kerja global. Didukung oleh dosen yang kompeten, kurikulum berbasis praktik, sertifikasi kompetensi nasional dan internasional, serta berbagai model pembelajaran berbasis pengalaman nyata, Sekolah Vokasi terus memperkuat perannya dalam menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, inovatif, berkarakter, dan berdaya saing global. Dalam mendukung transformasi tersebut, Artificial Intelligence sebagai Strategic Enabler dimanfaatkan untuk memperkuat pembelajaran, pelayanan mahasiswa, tata kelola, inovasi, media, dan pengembangan karier global.
Saat ini Sekolah Vokasi UNDIP mengelola 11 (sebelas) Program Studi Sarjana Terapan yang berada di bawah 4 (empat) departemen. Departemen Teknologi Industri menaungi Program Studi Teknologi Rekayasa Otomasi, Rekayasa Perancangan Mekanik, Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan, dan Teknik Listrik Industri. Departemen Sipil dan Perencanaan menaungi Program Studi Teknologi Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur serta Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan. Departemen Bisnis dan Keuangan menaungi Program Studi Akuntansi Perpajakan dan Manajemen dan Administrasi Logistik. Sementara itu, Departemen Informasi dan Budaya menaungi Program Studi Bahasa Asing Terapan serta Informasi dan Hubungan Masyarakat.
Seluruh program studi dikembangkan melalui pendekatan pendidikan vokasi modern yang mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan praktik profesional melalui kemitraan industri, proyek terapan, sertifikasi kompetensi nasional dan internasional, program magang, serta berbagai Teaching Factory yang mendukung penguatan kompetensi, kesiapan kerja, dan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
Didukung oleh keberagaman bidang keilmuan dan kedekatan dengan dunia industri, Sekolah Vokasi UNDIP membangun ekosistem pembelajaran terintegrasi yang menghubungkan pendidikan, inovasi, layanan profesional, pengembangan karier, dan transformasi digital.
Salah satu kekuatan utama Sekolah Vokasi UNDIP adalah keberadaan Integrated Teaching Factory Ecosystem yang mencakup berbagai pusat pembelajaran, layanan profesional, pusat inovasi, media terapan, dan pengembangan karier seperti AI-TEC (Artificial Intelligence Technology and Engineering Center), ARDC (Automation and Robotics Development Center), Vocational Tax Corner (VTC), Galeri Investasi, Vocalite, VocaLink, BIM Center, COSPLAY (Center for Spatial Planning and Survey), Vocational Language Center (VLC), Voca Migrant Corner (VMC), VokaMedia, VOCATV, serta berbagai unit strategis lainnya.
Di samping itu, Sekolah Vokasi UNDIP juga mengembangkan AI-TEC sebagai Pusat Unggulan Teknologi (PUT) Artificial Intelligence yang berperan sebagai penggerak implementasi Artificial Intelligence dalam pendidikan vokasi. Melalui AI-TEC, Artificial Intelligence dimanfaatkan sebagai Strategic Enabler untuk memperkuat pembelajaran, pelayanan mahasiswa, tata kelola, inovasi, media digital, dan pengembangan karier global. Produk-produk yang dihasilkan diantaranya aplikasi Halo Dekan, Pengelolaan dokumen berbasis AI dalam aplikasi Sirani dan Sinora, Pengembangan LLM untuk supporting pembelajaran dalam bentuk modul ELIXA serta pengembanagn Agentic AI yang dikemas pada Platform PERISAI.
Sebagai bagian dari transformasi menuju World Class Vocational School 2030, Sekolah Vokasi UNDIP mengembangkan kerangka strategis Vocational Excellence Ecosystem 2030 yang terdiri atas tujuh ekosistem unggulan yang saling terhubung dan saling memperkuat:
- Academic Excellence Ecosystem
- Industry Engagement Ecosystem
- Global Employability Ecosystem
- Character Development Ecosystem
- Innovation and Applied Research Ecosystem
- Applied Media and Global Visibility Ecosystem
- Sustainability and Social Impact Ecosystem
Ketujuh ekosistem tersebut diperkuat oleh Artificial Intelligence as a Strategic Enabler, yang mendukung transformasi pendidikan, pelayanan, tata kelola, inovasi, media, dan kolaborasi industri secara berkelanjutan.
Selain berfokus pada keunggulan akademik dan kompetensi teknis, Sekolah Vokasi UNDIP juga menempatkan Global Employability sebagai salah satu prioritas strategis. Melalui penguatan kolaborasi industri, sertifikasi profesional, pengembangan bahasa asing, internasionalisasi, serta berbagai inisiatif karier global seperti Voca Migrant Corner (VMC), Sekolah Vokasi mempersiapkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja di Indonesia, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam dunia kerja global yang semakin terhubung.
Dengan semangat “From Vocational Excellence to Global Recognition”, Sekolah Vokasi UNDIP terus memperluas kontribusinya dalam menghasilkan lulusan berkualitas, memperkuat kemitraan strategis, mendorong inovasi terapan, dan membangun reputasi global sebagai institusi pendidikan vokasi yang unggul, inovatif, adaptif terhadap perubahan, dan berdampak bagi masyarakat.
Global Perspective
Di berbagai negara maju, pendidikan vokasi terus berkembang dari model pembelajaran berbasis keterampilan menuju ekosistem yang mengintegrasikan pendidikan, industri, inovasi, kewirausahaan, keberlanjutan, dan transformasi digital. Artificial Intelligence semakin dimanfaatkan untuk memperkuat pembelajaran, pengembangan kompetensi, layanan mahasiswa, tata kelola institusi, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Berbagai institusi pendidikan vokasi terkemuka dunia mulai membangun ekosistem yang mampu menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan industri masa depan, sekaligus menyiapkan lulusan yang memiliki kemampuan teknis, karakter profesional, literasi digital, dan kompetensi global.
Dalam konteks tersebut, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro memandang bahwa Artificial Intelligence bukanlah tujuan akhir, melainkan teknologi pengungkit yang memperkuat manusia, inovasi, dan kolaborasi. Melalui World Class Vocational School 2030, Vocational Excellence Ecosystem 2030, dan Artificial Intelligence as a Strategic Enabler, Sekolah Vokasi UNDIP berkomitmen menjadi institusi pendidikan vokasi yang relevan dengan masa depan, berdaya saing global, dan memberikan dampak nyata bagi industri, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.