Tiga Mahasiswa Manajemen dan Administrasi Logistik Universitas Diponegoro Raih Juara 1 dan Borong 7 Penghargaan Bergengsi Lainnya di Faperta Fair 9 Lombok

Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik Universitas Diponegoro dalam ajang yang dilaksanakan pada 9 Mei 2026 di Lombok. Tiga mahasiswa, yaitu Adelta Purnama Sari, Mifftavadine Naomiasyiffa, dan Muhammad Iqro Al Bahri, berhasil mengharumkan nama program studi melalui berbagai pencapaian gemilang pada cabang kompetisi essay dan business plan tingkat nasional.

Pada kategori essay, tim berhasil meraih Juara 1 Umum melalui gagasan inovatif mengenai digitalisasi warehouse berbasis logistik adaptif dan penguatan local heroes di tingkat desa. Ide tersebut hadir sebagai solusi terhadap berbagai permasalahan pengelolaan logistik di pedesaan, seperti distribusi yang belum merata, pencatatan stok yang masih manual, serta kurang optimalnya pengelolaan hasil pangan masyarakat. Melalui inovasi tersebut, tim menawarkan sistem gudang digital yang mampu membantu proses pencatatan, penyimpanan, dan distribusi barang secara lebih efektif, efisien, dan terintegrasi.

Konsep logistik adaptif yang diangkat juga menitikberatkan pada kemampuan sistem untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat desa secara dinamis. Selain berbasis teknologi, inovasi ini turut mengedepankan pemberdayaan local heroes atau masyarakat lokal sebagai penggerak utama dalam pengelolaan sistem warehouse desa. Dengan adanya keterlibatan masyarakat secara langsung, sistem yang dibangun diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian desa. Gagasan tersebut dinilai unggul oleh dewan juri karena mampu menggabungkan unsur teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan solusi nyata terhadap persoalan logistik di tingkat desa.

Tidak hanya meraih Juara 1 Umum kategori Essay, tim juga berhasil memperoleh Gold Medal Bidang Sosial dan Ekonomi melalui inovasi yang dinilai memiliki dampak besar terhadap pengembangan masyarakat desa dan penguatan sistem logistik lokal. Selain itu, mereka juga meraih Silver Medal Bidang Lingkungan melalui gagasan berupa platform inovasi pengolahan sampah kemasan. Ide tersebut dirancang sebagai solusi untuk membantu pengelolaan limbah kemasan secara lebih terintegrasi melalui platform digital yang menghubungkan masyarakat, pelaku usaha, dan pengelola sampah dalam satu sistem. Melalui inovasi tersebut, sampah kemasan tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai guna sehingga mampu mendukung konsep ekonomi sirkular dan mengurangi pencemaran lingkungan.

Sementara itu, pada kategori Business Plan, ketiga mahasiswa tersebut berhasil meraih Juara Harapan 3 Umum dan Gold Medal Bidang Jasa melalui inovasi aplikasi crowdfunding untuk logistik kemanusiaan di daerah bencana berbasis end-to-end system. Ide bisnis tersebut dirancang untuk membantu proses penggalangan dana, pendistribusian bantuan, hingga pemantauan logistik kemanusiaan secara terintegrasi dan transparan. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat, relawan, donatur, dan pihak penyalur bantuan dapat terhubung dalam satu sistem digital sehingga proses distribusi bantuan menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan mudah dipantau secara real time.

Prestasi mereka semakin lengkap dengan diraihnya penghargaan Best Poster Umum kategori Business Plan dan Favorite Poster Bidang Jasa kategori Business Plan. Penghargaan tersebut diberikan karena poster yang dipresentasikan dinilai menarik, komunikatif, dan mampu menjelaskan ide bisnis secara jelas kepada dewan juri maupun peserta lainnya.

Berkat akumulasi prestasi yang berhasil diraih di berbagai kategori, Adelta Purnama Sari, Mifftavadine Naomiasyiffa, dan Muhammad Iqro Al Bahri akhirnya dinobatkan sebagai Juara Umum Faperta Fair 9. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik memiliki kemampuan akademik, kreativitas, serta semangat inovasi yang tinggi dalam menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan logistik di masyarakat. Keberhasilan tersebut juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik institusi di tingkat nasional maupun internasional.