Semarang, 31 Oktober 2025, Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Visiting Professor 2025 selama dua hari (30-31 Oktober 2025) dengan menghadirkan dua narasumber internasional terkemuka di bidang keberlanjutan industri dan material berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat jejaring akademik internasional, memperluas wawasan sivitas akademika, serta mendorong kolaborasi riset terapan di bidang rekayasa kimia industri.
Pada hari pertama, kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Shabbir H. Gheewala, Professor and Head of the Life Cycle Sustainability Assessment Laboratory (LCSAL), King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT), Thailand. Dalam sesi bertema “Applications of Life Cycle Assessment (LCA)”, Prof. Shabbir menjelaskan pentingnya pendekatan Life Cycle Thinking dalam menilai dampak lingkungan dari produk dan sistem industri. Ia menekankan penerapan carbon footprinting, eco-labeling, dan ekonomi sirkular sebagai strategi menuju keberlanjutan global. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr. Eng. Vita Paramita, S.T., M.M., M.Eng., selaku Wakil Dekan Sekolah Vokasi UNDIP, yang menegaskan bahwa kegiatan berskala internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam upaya internasionalisasi kampus dan peningkatan kapasitas akademik dosen serta mahasiswa.
Pada hari kedua, hadir Ir. Ts. Dr. Nur Hashimah Binti Alias (CEng MIChemE) dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) yang membawakan topik “Innovative Sustainable Membrane and Material Discussion.” Dalam paparannya, Dr. Nur Hashimah membahas pengembangan membran multifungsi yang tidak hanya berfungsi sebagai media pemisahan, tetapi juga mampu mendegradasi kontaminan secara simultan melalui mekanisme katalitik dan fotokatalitik. Ia memperkenalkan konsep “SCOBY-inspired membrane”, yaitu pendekatan biomaterial berbasis Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast yang ramah lingkungan, mudah diperoleh, dan berpotensi menggantikan material sintetis berbiaya tinggi. Konsep ini dinilai mampu menjadi solusi inovatif dan terjangkau bagi industri kecil maupun masyarakat luas yang belum memiliki akses terhadap teknologi membran konvensional, sehingga dapat mendorong penerapan teknologi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.
Kedua sesi berlangsung secara interaktif dan inspiratif, dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa, dosen, dan mitra industri yang hadir. Diskusi tidak hanya membuka wawasan tentang tren riset terkini, tetapi juga memunculkan potensi kerja sama riset lintas institusi.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Program Studi TRKI juga melakukan inisiasi Memorandum of Agreement (MoA) dengan King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT) dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Perjanjian ini menandai langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi institusi pada tingkat internasional.
Melalui kegiatan ini, Program Studi TRKI menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari ekosistem pendidikan vokasi yang berdaya saing global, berorientasi pada inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan industri, selaras dengan visi Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro sebagai pusat pendidikan vokasi unggul di tingkat internasional.