SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) melalui tim kemanusiaannya, Disaster–Emergency and Disaster Response Team (D-DART), kembali menunjukkan aksi nyata dalam penanggulangan bencana di tanah air. Kali ini, Tim IV Tanggap Darurat Undip diterjunkan langsung ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada periode 24 hingga 28 Desember 2025.
Misi kemanusiaan ini melibatkan 16 personel pilihan yang memiliki keahlian lintas disiplin. Komposisi tim terdiri dari dua orang dokter, satu perawat dari Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND), serta 11 mahasiswa Kedokteran dan Keperawatan. Selain tenaga medis, tim juga diperkuat oleh dua dosen sebagai koordinator lapangan dan satu orang tim humas untuk memastikan efektivitas komunikasi dan koordinasi di lapangan.
Selama lima hari masa tugas, tim memfokuskan pelayanan di lima titik krusial yang mengalami dampak signifikan, yakni Koto Alam, Kayu Pasak, Malalak, Maninjau, dan Palembayan. Mengingat medan yang terdampak cukup berat, Tim IV D-DART bekerja secara intensif dengan melakukan koordinasi erat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Puskesmas setempat, pemerintah nagari, hingga posko-posko relawan di lokasi bencana.
Layanan kesehatan menjadi prioritas utama tim. Berbagai pemeriksaan kesehatan umum dilakukan secara gratis, mencakup pemberian obat-obatan bagi penyintas yang mulai terserang penyakit pascabencana. Keluhan yang dominan ditemukan di lapangan antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gangguan pencernaan, penyakit kulit, hingga hipertensi. Uniknya, tim juga menerapkan layanan home visit atau kunjungan langsung ke rumah-rumah warga untuk menjangkau kelompok rentan seperti lansia dan penyintas dengan keterbatasan mobilitas.
Namun, penanganan yang diberikan tidak hanya terpaku pada aspek fisik. Memahami bahwa bencana menyisakan trauma mendalam, Tim IV D-DART juga menghadirkan pendampingan psikososial. Bagi anak-anak, tim memberikan terapi bermain (play therapy), terapi seni (art therapy), dan sesi bercerita (storytelling). Sementara itu, bagi orang dewasa, dilakukan pendekatan psikospiritual dan teknik mindfulness untuk membantu mereka mengelola stres pascatrauma.
Dosen Program Studi Informasi dan Humas Sekolah Vokasi Undip, Jazimatul Husna, S.IP., M.IP., yang bertindak sebagai Person In Charge (PIC) sekaligus Koordinator Lapangan Humas dan Logistik, menegaskan pentingnya pemulihan yang utuh.
“Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik yang kasat mata, tetapi juga luka psikologis yang sering kali terabaikan. Oleh karena itu, layanan kesehatan harus berjalan beriringan dengan pendampingan psikososial agar masyarakat benar-benar bisa pulih secara utuh,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan dosen sekolah vokasi bertujuan untuk memastikan distribusi logistik—seperti obat-obatan, vitamin, susu anak, hingga alat kebersihan—berjalan secara akuntabel dan tepat sasaran. Selain itu, kegiatan ini menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa vokasi untuk belajar mengenai tata kelola komunikasi krisis dan dokumentasi resmi dalam situasi darurat.
Melalui kehadiran Tim IV D-DART, Universitas Diponegoro berharap dapat membantu masyarakat Kabupaten Agam untuk segera bangkit. Aksi ini menjadi bukti komitmen Undip dalam mewujudkan ketahanan masyarakat, baik dari sisi kesehatan fisik, stabilitas mental, maupun ketahanan sosial pascabencana.