Perjalanan Aditya Rahman, S.T. di dunia industri berawal dari bangku Universitas Diponegoro, tempat beliau menempuh pendidikan D3 Teknik Kimia pada 1998–2001. Setelah menyelesaikan pendidikan diploma, beliau melanjutkan studi S1 Teknik Kimia di Universitas Jayabaya pada 2003–2005. Bekal pendidikan Teknik Kimia tersebut menjadi dasar dalam membangun karier di industri, yang dimulai pada 2001 sebagai Apprentice di PT Petrokima Nusantara Interindo, Cilegon. Setahun kemudian, beliau bergabung dengan Schlumberger di Jakarta dan Balikpapan sebagai Cementing Laboratory Technician, kemudian melanjutkan peran sebagai General Laboratory Technician di Schlumberger Balikpapan pada 2005. Perjalanan kariernya terus berkembang hingga berkiprah di Weatherford Irak, Schlumberger Oman, Abraj Energy Oman, dan sejak 2012 hingga saat ini berkarier di SLB Oman.
Pengalaman panjang di industri oilfield services membawa Aditya Rahman, S.T. pada pemahaman bahwa lulusan Teknik Kimia memiliki peluang yang luas di sektor minyak dan gas, termasuk pada perusahaan jasa penunjang kegiatan migas seperti SLB. Melalui materi “Eksplorasi Layanan SLB & Peran Lulusan Teknik Kimia pada Oil Services Company”, beliau memperkenalkan perbedaan antara oil company sebagai operator dan oilfield services company sebagai perusahaan yang menjalankan aspek teknis di lapangan. Materi juga mengulas empat fase pekerjaan SLB, yaitu Exploration, Drilling & Well Construction, Reservoir Performance, dan Production Systems, sehingga mahasiswa dapat melihat bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam berbagai tahapan industri migas.
Tidak berhenti pada gambaran umum industri, materi yang dibawakan juga mengajak mahasiswa mengenal pekerjaan yang secara langsung membutuhkan kompetensi Teknik Kimia, seperti Drilling Fluid, Well Cementing, dan Hydraulic Fracturing. Pada bagian akhir, dijelaskan pula peluang posisi bagi lulusan sarjana terapan, di antaranya Field Specialist (FS) dan Laboratory Technician (LT) yang dapat berperan dalam ketiga bidang tersebut. Kisah perjalanan Aditya Rahman, S.T. menunjukkan bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi pijakan untuk memasuki industri migas, sementara pengalaman, kemauan untuk terus belajar, dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal untuk mengembangkan karier hingga tingkat internasional.