Semarang, 6 Juli 2026 – Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, dan persaingan global, pendidikan vokasi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru. Berangkat dari semangat tersebut, Bidang Ekonomi Kreatif Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro menginisiasi Sosialisasi Program 100 Wirausaha Muda, yang difasilitasi oleh Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro. Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya kewirausahaan di lingkungan kampus.
Mengapa program seperti ini menjadi penting?
Karena masa depan pendidikan vokasi tidak lagi hanya diukur dari banyaknya lulusan yang diterima bekerja, tetapi juga dari banyaknya lulusan yang mampu menciptakan pekerjaan bagi orang lain. Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang memiliki keberanian berinovasi, membangun usaha, dan menghasilkan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat. Di sinilah pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berorientasi pada dampak.
Dalam sambutannya, Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., menegaskan bahwa lulusan vokasi saat ini harus dipersiapkan untuk memasuki pasar kerja global yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, selain kompetensi teknis, mahasiswa perlu memiliki karakter yang kuat agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.
“Mahasiswa vokasi harus siap memasuki pasar kerja global. Untuk itu, mereka tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga harus memiliki karakter wirausaha, yaitu adaptif terhadap perubahan, proaktif dalam melihat peluang, serta pantang menyerah dalam menghadapi tantangan. Karakter seperti inilah yang akan membuat lulusan mampu bersaing di mana pun mereka berkarya.”
Beliau menjelaskan bahwa jiwa kewirausahaan tidak hanya dipersiapkan untuk mereka yang ingin membangun usaha, tetapi juga menjadi bekal penting bagi seluruh lulusan vokasi. Karakter entrepreneur akan sangat dibutuhkan baik ketika bekerja di industri, melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, maupun ketika memilih menjadi wirausahawan.
“Di Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, kami mempersiapkan mahasiswa untuk memiliki tiga pilihan masa depan yang sama-sama membanggakan, yaitu bekerja di dunia industri, melanjutkan studi, atau menjadi wirausahawan. Apa pun pilihannya, karakter kewirausahaan akan menjadi modal penting untuk meraih keberhasilan.”
Ketua BEM Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Zahran Achmad Muyassar, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Sekolah Vokasi terhadap program ini. Menurutnya, Program 100 Wirausaha Muda merupakan salah satu komitmen BEM dalam memfasilitasi mahasiswa yang memiliki minat dan potensi di bidang kewirausahaan.
“Kami sangat menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Program 100 Wirausaha Muda merupakan salah satu bentuk komitmen BEM Sekolah Vokasi untuk memfasilitasi mahasiswa yang memiliki minat berwirausaha agar memperoleh wawasan, motivasi, dan jejaring yang dapat mendukung mereka dalam membangun usaha sejak masih berada di bangku kuliah. Kami berharap semakin banyak mahasiswa yang berani memulai, berinovasi, dan kelak mampu menjadi entrepreneur yang memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang berbagi pengalaman dan wawasan mengenai pengembangan usaha, pengelolaan bisnis, serta peluang kewirausahaan bagi generasi muda, yaitu Maya Aresteria, S.H., S.E., M.Si., Ak., Riandhita Eri Werdani, S.M.B., M.S.M., dan Nova Ari Astuti, S.E., M.Si.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro dalam memperkuat Global Employability Ecosystem, salah satu ekosistem unggulan menuju World Class Vocational School. Melalui ekosistem ini, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga profesional yang kompeten, tetapi juga didorong menjadi inovator, entrepreneur, dan pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional maupun global.
Kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan institusi dalam penyelenggaraan Program 100 Wirausaha Muda menunjukkan bahwa pengembangan jiwa kewirausahaan merupakan tanggung jawab bersama. Ketika mahasiswa memperoleh ruang untuk belajar, bereksperimen, dan membangun jejaring sejak di bangku kuliah, maka kampus tidak hanya meluluskan pencari kerja, tetapi juga melahirkan generasi pencipta lapangan kerja yang siap membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih inovatif, tangguh, dan berdaya saing global.
Program 100 Wirausaha Muda merupakan salah satu implementasi komitmen Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro dalam memperkuat Global Employability Ecosystem menuju World Class Vocational School. Melalui berbagai program pengembangan karakter, kolaborasi industri, dan penguatan kewirausahaan, Sekolah Vokasi mempersiapkan lulusan yang memiliki tiga jalur karier utama: siap bekerja, siap melanjutkan studi, atau siap menjadi wirausahawan. Ketiga pilihan tersebut didukung oleh fondasi karakter yang sama, yaitu lulusan yang adaptif, proaktif, berintegritas, dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan global.
Tags: Sekolah Vokasi UNDIP, Universitas Diponegoro, BEM Sekolah Vokasi, Program 100 Wirausaha Muda, Entrepreneurship, Student Entrepreneurship, Global Employability, World Class Vocational School, Entrepreneur Muda, Pendidikan Vokasi, Innovation, Job Creator