Sekolah Vokasi UNDIP dan UI Perkuat Kolaborasi Internasional melalui ICVEAST 2026 untuk Pengembangan Green Skills

Semarang, 17 Juli 2026 – Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia berkolaborasi dengan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro menyelenggarakan The 8th International Conference on Vocational Education, Applied Sciences and Technology (ICVEAST) 2026 pada 16–17 Juli 2026 di Hotel Gumaya, Semarang. Mengangkat tema “Technology-Enabled Sustainability: Advancing Green Skills in Applied Sciences”, konferensi internasional ini menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk bertukar gagasan serta memperkuat inovasi dalam pengembangan pendidikan vokasi yang berkelanjutan.

Pembukaan konferensi dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen. Pembukaan ICVEAST 2026 ditandai dengan prosesi simbolis pemukulan gong sebagai wujud dimulainya rangkaian konferensi internasional yang berlangsung selama dua hari.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa penyelenggaraan ICVEAST menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

Hari pertama konferensi menghadirkan tiga keynote speakers internasional, yakni Prof. Sung-Yong Chun, President Kyungdong University, Korea Selatan; Prof. Dr. Nurul Shahnaz Binti Ahmad Mahdzan dari Faculty of Business and Economics, University of Malaya, Malaysia; serta Prof. Dr. Zulfiya Mahmadnabi Qurbonzoda dari International University of Tourism and Entrepreneurship of Tajikistan (IUTET), Tajikistan. Ketiga pembicara mengangkat berbagai isu strategis mengenai pengembangan green skills, pemanfaatan teknologi untuk mendukung keberlanjutan, transisi menuju ekonomi hijau, serta peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan global. Berbagai gagasan yang disampaikan diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional, memperluas jejaring riset terapan, serta mendorong lahirnya inovasi yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan melalui parallel session yang diselenggarakan di empat ruang pertemuan di lantai 2 dan lantai 6 Hotel Gumaya. Sesi tersebut menjadi forum bagi akademisi dari Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, perguruan tinggi mitra, serta mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro untuk mempresentasikan hasil penelitian dan inovasi di bidang pendidikan vokasi, sains terapan, serta teknologi.

Rangkaian ICVEAST 2026 kemudian ditutup oleh Dr. Badrul Munir, ST., M.Eng.Sc. selaku Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, yang menyampaikan harapan agar konferensi ini tidak hanya menjadi forum diseminasi hasil penelitian, tetapi juga melahirkan kolaborasi berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan vokasi di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui penyelenggaraan ICVEAST 2026, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro dan Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global melalui kolaborasi, riset, serta pengembangan teknologi yang berorientasi pada keberlanjutan.