Semarang, 5 Juni 2026 – Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro terus memperkuat kapasitas mahasiswa dalam bidang komunikasi digital dan jurnalistik melalui penyelenggaraan Workshop VokaMedia bertajuk “How to Write Like a Journalist in the AI Era: Pelatihan Jurnalistik Kreatif” yang dilaksanakan pada Jumat (5/6) di Gedung A Dekanat Sekolah Vokasi UNDIP.
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus VokaMedia serta perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Sekolah Vokasi. Hadir sebagai narasumber Arina Zulfa Ul Haq, jurnalis dari Detik.com, yang membagikan pengalaman dan wawasan praktis mengenai teknik penulisan jurnalistik, pengelolaan konten digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta tantangan profesi media di era transformasi digital.
Dalam sambutannya, Dekan Sekolah Vokasi UNDIP, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., menegaskan bahwa kemampuan komunikasi dan publikasi saat ini menjadi bagian penting dari kompetensi lulusan perguruan tinggi.
Menurutnya, banyak inovasi, prestasi mahasiswa, kegiatan pengabdian masyarakat, maupun kerja sama industri yang memiliki dampak besar, namun sering kali belum dikenal secara luas karena kurangnya publikasi yang efektif.
“Saat ini tidak cukup hanya memiliki prestasi dan inovasi yang baik. Prestasi tersebut harus dapat dikomunikasikan kepada masyarakat secara luas. Digital visibility menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing institusi maupun individu di era digital,” ujar Prof. Budiyono.
Beliau juga menjelaskan bahwa VokaMedia dikembangkan tidak hanya sebagai portal berita kampus, tetapi juga sebagai teaching factory media digital yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memproduksi konten profesional.
Melalui VokaMedia, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan jurnalistik, komunikasi publik, penulisan berita, wawancara, pengelolaan media digital, hingga pemanfaatan AI secara bertanggung jawab dalam proses produksi konten.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar jurnalistik, teknik mencari sudut pandang berita (news angle), strategi penulisan yang menarik, proses verifikasi informasi, serta pemanfaatan AI untuk mendukung produktivitas tanpa mengabaikan etika jurnalistik.
Narasumber juga menekankan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kualitas konten tetap ditentukan oleh kemampuan manusia dalam melakukan analisis, verifikasi, dan penyampaian informasi yang akurat.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya Sekolah Vokasi UNDIP dalam membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin digital.
Ke depan, VokaMedia diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengangkat berbagai cerita inspiratif, inovasi, hasil penelitian terapan, kegiatan kemahasiswaan, serta kontribusi Sekolah Vokasi UNDIP kepada masyarakat dan dunia industri, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi UNDIP kembali menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga mampu berkomunikasi secara efektif dan membangun visibilitas positif di era digital global.
Membangun Global Visibility melalui Media Digital
Dalam kesempatan tersebut, Dekan Sekolah Vokasi UNDIP juga menekankan bahwa kemampuan menulis dan mengelola media digital saat ini memiliki dimensi yang lebih luas dibandingkan sebelumnya. Artikel, berita, maupun konten digital yang dipublikasikan tidak hanya dibaca oleh masyarakat lokal, tetapi juga dapat diakses oleh audiens global melalui mesin pencari, media sosial, dan berbagai platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini perlu membangun global visibility, yaitu kemampuan institusi untuk dikenal, ditemukan, dan dirujuk oleh masyarakat internasional melalui jejak digital yang berkualitas.
“Di era AI, keberadaan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh kualitas kegiatan yang dilakukan, tetapi juga oleh kemampuan untuk mengomunikasikan kegiatan tersebut kepada dunia. Banyak inovasi hebat yang tidak dikenal karena tidak pernah diceritakan. Sebaliknya, inovasi yang dipublikasikan dengan baik dapat memberikan dampak yang jauh lebih luas,” jelas Prof. Budiyono.
Beliau menambahkan bahwa VokaMedia diharapkan menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat visibilitas global Sekolah Vokasi UNDIP melalui publikasi berbagai prestasi mahasiswa, inovasi teknologi, kerja sama internasional, pengabdian kepada masyarakat, serta praktik-praktik baik pendidikan vokasi.
Karena itu, peserta workshop didorong untuk mulai membiasakan diri menghasilkan konten yang tidak hanya informatif dan menarik, tetapi juga memiliki kualitas yang dapat menjangkau audiens internasional, termasuk melalui penulisan artikel berbahasa Inggris dan pemanfaatan platform digital secara optimal.
“Jika kita ingin dikenal dunia, maka kita harus mulai menulis untuk dunia. Mahasiswa vokasi harus menjadi produsen pengetahuan dan cerita inspiratif yang dapat diakses secara global,” tambahnya.
Melalui pendekatan tersebut, VokaMedia tidak hanya berfungsi sebagai media kampus, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang membekali mahasiswa dengan kompetensi komunikasi global yang semakin dibutuhkan di era ekonomi digital.
Keterangan Foto. Ketua Program Studi Informasi dan Humas bersama narasumber, pengurus VokaMedia, dan peserta Workshop VokaMedia berfoto bersama usai kegiatan pelatihan jurnalistik kreatif bertajuk “How to Write Like a Journalist in the AI Era” di Gedung A Dekanat Sekolah Vokasi UNDIP, Jumat (5/6/2026). (Dok. Sekolah Vokasi UNDIP)