SV Zero Discharge: Langkah Strategis Sekolah Vokasi UNDIP Menuju Kampus Berkelanjutan Berkelas Dunia

Semarang, 5 Juni 2026.  Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kampus yang berkelanjutan melalui penetapan Program SV Zero Discharge, sebuah program strategis yang mengintegrasikan pengelolaan sumber daya, limbah, energi, dan lingkungan kampus dalam satu sistem yang terpadu dan berkelanjutan.

Program ini merupakan penguatan sekaligus pengembangan dari kebijakan UNDIP Zero Waste sebagaimana diatur dalam Peraturan Rektor Universitas Diponegoro Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah di Lingkungan Universitas Diponegoro. Melalui pendekatan yang lebih komprehensif, Sekolah Vokasi mengembangkan konsep Zero Discharge, yaitu sistem pengelolaan kampus yang berupaya meminimalkan pembuangan limbah keluar sistem melalui pengolahan, pemanfaatan kembali, dan inovasi berbasis ekonomi sirkular.

Penetapan Program SV Zero Discharge dituangkan dalam Keputusan Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Nomor 026/UN7.M2/HK/IV/2026 tentang Penetapan Program SV Zero Discharge di Lingkungan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro. Sebagai tindak lanjut implementasinya, Sekolah Vokasi juga menetapkan pedoman perilaku mahasiswa dalam mendukung pelaksanaan program tersebut melalui keputusan dekan tersendiri.

Berbeda dengan pendekatan pengelolaan sampah konvensional, Program SV Zero Discharge mencakup pengelolaan seluruh sumber daya dan limbah kampus, baik berupa limbah cair, limbah padat, limbah B3, maupun emisi. Program ini meliputi pemanenan air hujan, pengolahan dan pemanfaatan kembali air olahan, pengembangan sistem biogas, pengolahan limbah organik dan anorganik berbasis circular economy, pengelolaan limbah laboratorium, hingga pengendalian emisi secara bertahap.

Dekan Sekolah Vokasi UNDIP, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., menjelaskan bahwa SV Zero Discharge bukan sekadar program lingkungan, melainkan bagian dari transformasi kelembagaan menuju kampus vokasi masa depan.

“Dunia saat ini menghadapi tantangan besar terkait perubahan iklim, efisiensi sumber daya, dan pembangunan berkelanjutan. Pendidikan vokasi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga harus mampu menanamkan cara berpikir dan cara bekerja yang berkelanjutan. Karena itu, SV Zero Discharge kami posisikan sebagai bagian dari transformasi Sekolah Vokasi menuju kampus berkelanjutan berkelas dunia.”

Menurut Prof. Budiyono, keberlanjutan (sustainability) saat ini telah menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan perguruan tinggi di tingkat global. Oleh karena itu, berbagai inisiatif yang dikembangkan Sekolah Vokasi tidak hanya diarahkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa.

Salah satu keunikan Program SV Zero Discharge adalah fungsinya sebagai Teaching Factory dan Living Laboratory. Mahasiswa dari berbagai program studi dapat terlibat secara langsung dalam pengembangan teknologi pengolahan air, energi terbarukan, ekonomi sirkular, monitoring lingkungan, pengelolaan limbah, hingga inovasi berbasis kecerdasan buatan dan teknologi digital untuk mendukung kampus berkelanjutan.

Program ini juga menjadi bagian dari penguatan UNDIP Vocational Excellence Ecosystem 2030, yaitu kerangka pengembangan Sekolah Vokasi yang mengintegrasikan pendidikan terapan, Teaching Factory, kolaborasi industri, global employability, inovasi, digital visibility, dan keberlanjutan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar tentang sustainability di ruang kelas, tetapi mengalaminya secara langsung dalam kehidupan kampus sehari-hari. Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” tambah Prof. Budiyono.

Melalui Program SV Zero Discharge, Sekolah Vokasi UNDIP berharap dapat menjadi model pengembangan kampus vokasi berkelanjutan yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul, tetapi juga menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Nothing Wasted. Everything Managed.

From Vocational Excellence to Global Recognition.

Global Perspective

SV Zero Discharge reflects the Vocational School of Diponegoro University’s commitment to integrating sustainability into vocational education, applied research, and campus operations. As part of the UNDIP Vocational Excellence Ecosystem 2030, the initiative transforms the campus into a living laboratory for circular resource management, environmental innovation, and future-ready workforce development. Through this strategic program, the Vocational School strengthens its contribution to global sustainability goals while advancing its journey toward becoming a World-Class Vocational School.



Keterangan Gambar. Program SV Zero Discharge mengintegrasikan pengelolaan air, energi, limbah, dan sumber daya dalam satu ekosistem kampus berkelanjutan yang berfungsi sebagai Teaching Factory dan Living Laboratory untuk mendukung perjalanan Sekolah Vokasi UNDIP menuju World-Class Vocational School 2030.