Twin Tower 1 Resmi Beroperasi, Rektor UNDIP Perkuat Ekosistem World-Class Vocational School

Semarang – Universitas Diponegoro (UNDIP) memasuki babak baru dalam pengembangan pendidikan vokasi. Melalui peresmian Gedung Twin Tower 1 (Gedung Pendidikan 1) di Kampus Pleburan, Semarang, Jumat (17/7), UNDIP menegaskan komitmennya membangun ekosistem World-Class Vocational School yang semakin terintegrasi, modern, dan berorientasi pada kebutuhan dunia industri serta tantangan global.

Gedung setinggi 14 lantai yang berada di kawasan Kampus Pleburan, pusat Kota Semarang, dekat Simpang Lima, tersebut diresmikan langsung oleh Rektor Universitas Diponegoro. Pada kesempatan yang sama, Rektor juga menyampaikan bahwa pembangunan Twin Tower Tahap II akan segera dilanjutkan dan ditargetkan selesai pada Agustus tahun depan. Setelah kedua gedung selesai, seluruh program studi Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro direncanakan akan terpusat di kawasan Kampus Pleburan sehingga membentuk ekosistem pendidikan vokasi yang semakin kuat dan terintegrasi.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Diponegoro menegaskan bahwa pembangunan Twin Tower merupakan bagian dari strategi besar universitas dalam memperkuat pendidikan vokasi sebagai salah satu pilar utama pendidikan tinggi.

“Kehadiran Twin Tower ini kami harapkan semakin memperkuat ekosistem World-Class Vocational School di Universitas Diponegoro. Ke depan, seluruh program studi Sekolah Vokasi akan terintegrasi dalam satu kawasan sehingga kolaborasi, inovasi, dan pembelajaran berbasis praktik dapat berkembang lebih optimal.”

Rektor juga menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus memperoleh posisi yang setara dengan pendidikan akademik dalam membangun masa depan bangsa.

“Sudah saatnya pendidikan vokasi tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua. Pendidikan akademik dan pendidikan vokasi memiliki peran yang sama penting dalam membangun bangsa, masing-masing dengan keunggulan dan karakteristiknya. Universitas Diponegoro berkomitmen terus memperkuat pendidikan vokasi agar mampu menghasilkan lulusan profesional yang unggul dan berdaya saing global.”

Pada tahap pertama, Departemen Informasi dan Budaya serta Departemen Bisnis dan Keuangan Sekolah Vokasi mulai menempati Gedung Twin Tower 1. Seluruh mahasiswa baru dari kedua departemen tersebut akan mengikuti proses pembelajaran di gedung baru mulai tahun akademik 2026/2027.

Bagi Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, perpindahan ke Twin Tower 1 bukan sekadar menempati gedung baru, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat transformasi pendidikan vokasi berbasis industri, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin.

Menanggapi arah kebijakan tersebut, Dekan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., menyampaikan bahwa peresmian Twin Tower menjadi momentum sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh sivitas akademika Sekolah Vokasi.

“Peresmian Twin Tower 1 bukan sekadar penambahan fasilitas pendidikan, tetapi juga merupakan amanah besar bagi Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro untuk terus memperkuat ekosistem World-Class Vocational School. Amanah ini akan kami jawab melalui penguatan pembelajaran berbasis proyek, teaching factory, kolaborasi industri, inovasi terapan, serta pengembangan lulusan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan berdaya saing global.”

Prof. Budiyono menjelaskan bahwa keberadaan Twin Tower memberikan ruang yang lebih luas untuk mengintegrasikan berbagai ekosistem keunggulan yang selama ini menjadi arah pengembangan Sekolah Vokasi, yaitu Academic Excellence Ecosystem, Industry Engagement Ecosystem, Global Employability Ecosystem, Character Development Ecosystem, Innovation and Applied Research Ecosystem, Applied Media and Global Visibility Ecosystem, serta Sustainability and Social Impact Ecosystem. Seluruh ekosistem tersebut diharapkan saling menguatkan dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, inovatif, serta mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Salah satu keunggulan Twin Tower 1 adalah konsep ruang belajar yang dirancang fleksibel mengikuti karakter pendidikan vokasi modern. Setiap ruang dapat difungsikan sebagai ruang kuliah, ruang diskusi, ruang rapat, ruang kolaborasi proyek, maupun teaching factory, sehingga mendukung implementasi Project-Based Learning (PBL) secara optimal.

Melalui konsep tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mengembangkan pengalaman belajar berbasis proyek nyata, kolaborasi lintas bidang, penyelesaian masalah, dan interaksi langsung dengan dunia usaha dan dunia industri. Pendekatan ini diharapkan semakin memperkuat kompetensi lulusan sesuai kebutuhan pasar kerja nasional maupun internasional.

Perpindahan Departemen Informasi dan Budaya serta Departemen Bisnis dan Keuangan ke Twin Tower 1 juga menjadi momentum untuk mengembangkan berbagai teaching factory berbasis jasa dan ekonomi kreatif. Berbagai laboratorium dan unit praktik, mulai dari media digital, public relations, media monitoring, desain komunikasi, laboratorium bisnis, kewirausahaan, hingga pengembangan industri kreatif akan beroperasi dalam lingkungan pembelajaran yang lebih modern, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sementara itu, setelah Twin Tower Tahap II selesai dibangun, seluruh program studi Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro akan berada dalam satu kawasan terpadu di Kampus Pleburan. Integrasi tersebut diyakini akan memperkuat kolaborasi lintas disiplin, mempercepat inovasi pembelajaran, memperluas sinergi dengan dunia industri, sekaligus membangun budaya akademik vokasi yang semakin unggul.

Transformasi ini diharapkan semakin memperkuat posisi Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro sebagai World-Class Vocational School yang menghasilkan lulusan profesional, inovatif, berkarakter, serta memiliki daya saing global melalui pembelajaran berbasis praktik, kolaborasi industri, inovasi terapan, dan dampak nyata bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar menghadirkan gedung baru, Twin Tower 1 menjadi simbol transformasi pendidikan vokasi Universitas Diponegoro menuju ekosistem pembelajaran yang terintegrasi, kolaboratif, dan berorientasi pada real-world impact. Melalui langkah strategis ini, UNDIP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan vokasi yang setara, unggul, dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia serta masyarakat global.